Integritas Akademik

integritas/ in∙teg∙ri∙tas/ n mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

Real Integrity is doing the right thing, knowing that nobody’s going to know whether you did it or not

– Oprah Winfrey

Menurut Agus Rahardjo, integritas menunjukkan kualitas kita dalam menegakkan kejujuran dan disiplin moral. Mahasiswa dengan integritas adalah mahasiswa yang jujur dan disiplin. Contoh sikap integritas akademik adalah tidak mencontek dan memberi contekan saat ujian, tidak titip absen  (jika memang tidak masuk kuliah, jujurlah untuk tetap mengosongkan kolom kehadiran), tidak meng-copy-paste tugas teman.

Mari mengukur integritas diri! Pernah mencontek dan memberi contekan? Pernah melakukan pemalsuan? Pernah melakukan plagiarisme? Pernah titip absen?

Jika jawabannya iya, segera perbaiki diri. Mungkin sekarang banyak mahasiswa menganggap bahwa mencontek, plagiarisme, titip absen merupakan hal-hal sepele. Padahal, perbuatan tersebut menunjukkan tidak adanya integritas dalam diri mahasiswa. Jika di posisi mahasiswa saja sudah sulit mempertahankan integritas akademik, bagaimana di dunia kerja nanti? Hanya demi nilai saja, mahasiswa sudah meninggalkan integritas, bagaimana nanti di dunia kerja, ketika banyak sekali godaan untuk meninggalkan integritas demi mendapat banyak uang? Hal-hal yang seringkali dianggap sepele seperti kebiasaan mencontek akan membuat diri tidak lagi peka untuk mempertahankan integritas. Jika diri sudah tidak peka lagi dalam menjaga integritas untuk hal kecil, kita juga akan tidak peka menjaga integritas untuk hal yang lebih besar, korupsi dan merugikan banyak orang misalnya. Berbahaya sekali bukan dampaknya?

Selain merugikan banyak orang, orang yang tidak memiliki integritas akan sering merasa cemas dan tidak memiliki ketenangan dalam hidup. Orang yang mencontek saat ujian pasti pernah merasa tidak tenang dan takut ketahuan. Orang yang titip absen pasti pernah merasa takut ketahuan jika dosen mengecek kehadiran mahasiswa satu per satu. Orang yang korupsi pasti merasa tidak tenang karena takut terbukti melakukan penggelapan dana dan dijebloskan ke penjara. Orang yang tidak jujur pasti tidak tenang hidupnya karena takut kebohongannya terbongkar sehingga ia harus menutupi dengan kebohongan lain. Tentu saja kita tidak mau hidup dihantui perasaan takut dan tidak tenang, bukan?

Ayo, jalanilah kehidupan berintegritas! Mulaiah dari hal kecil, hindari hal yang mengundang kecurangan, konsisten dalam berkomitmen untuk mempertahankan integritas, dan ajak teman untuk berintegritas.

 

Mengapa kita harus berintegritas?

Mahasiswa haruslah memiliki integritas karena mahasiswa merupakan generasi muda yang memiliki peran penting dalam membangun masyarakat dan negara. Peran mahasiswa terhadap masyarakat dan negara dapat dinyatakan oleh Tri Dharma Perguruan Tinggi yang merupakan salah satu visi dari seluruh perguruan tinggi.

 

Tri Dharma Perguruan Tinggi:

Pendidikan: Proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Penelitian: Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan inovasi untuk kemajuan bangsa, membawa Indonesia ke arah lebih maju dan terdepan.

Pengabdian masyarakat: Melakukan kegiatan positif dalam rangka menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Kejujuran dan disiplin moral merupakan salah satu kunci dari keberhasilan pembangunan masyarakat dan negara. Tanpa dua hal tersebut, semua ide dan program yang ada tidak akan berhasil memajukan masyarakat dan negara. Program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat akan berakhir sia-sia tanpa adanya integritas. Maka dari itu, mulailah membangun dan mempertahankan integritas mulai dari diri sendiri, mulai  dari sekarang, dan mulai dari hal yang paling kecil.

 

Peran mahasiswa:

Iron Stock: Mahasiswa adalah generasi yang akan meneruskan kader terbaik yang dipersiapkan untuk menghadapi masa depan.

Social control: Mahasiswa berperan sebagai pengendali keamanan, kenyamanan, keadilan, kehidupan sosial bermasyarakat. Mahasiswa adalah masyarakat terpelajar yang memberi kontribusi moril maupun materiil untuk kehidupan sosial bermasyarakat.

Guardian of value: Mahasiswa wajib menjaga dan mengupayakan moral dan nilai-nilai kebaikan yang selalu dijunjung tinggi di masyarakat. Mahasiswa menjadi role model manusia beradab dan intelek.

Agent of change: Mahasiswa adalah agen perubahan ke arah positif, segala sumbangsih pemikiran dan beragam solusi bertujuan untuk memperbaiki keadaan yang tidak sesuai di masyarakat.

Dari keempat poin di atas, terlihat betapa besarnya peran mahasiswa dalam memajukan masyarakat, negara, kehidupan sosial, dan masa depan. Dengan integritas, mahasiswa akan  memberikan kontribusi yang besar dalam kemajuan bangsa.

 

Jalan untuk menjadi mahasiswa berintegritas:

– Ukur integritas diri sebagai mahasiswa, lalu lakukan perbaikan. Pernah mencontek, titip absen, atau plagiarisme? Segera berkomitmen untuk melakukan perubahan!

– Pahami peran dan fungsi mahasiswa di bidang pendidikan dan dalam memajukan masyarakat serta negara. Jalani peran dan fungsi tersebut dengan baik.

– Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, kontribusikan solusi, karya dan perbaikan moral.

 

Jadi, apa yang kamu tunggu? Tak perlu tunggu sempurna untuk lakukan perubahan. Ayo perbaiki diri!

 

Berita Terkait