Manajemen Waktu

Timing

 Seringkali kita tidak menyadari betapa berharganya waktu. Waktu dibiarkan mengalir begitu saja, tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Padahal, waktu ibarat pedang. Jika kita tidak mampu memanfaatkannya, waktu sendiri yang akan menebas kita. Jika kita tidak disibukkan dengan hal-hal baik, maka kita pasti akan tersibukkan dengan hal yang tidak bermanfaat.

Seperti lilin yang terus meleleh terbakar api, waktu juga akan terus berkurang dan habis pada akhirnya. Mungkin kita sering merasakan betapa waktu berjalan cepat, time flies so fast. Seperti baru kemarin masuk SMP, ternyata sudah lulus lagi. Seperti baru kemarin masuk SMA, sekarang sudah lulus lagi. Nanti pun kita akan berujar, seperti baru kemarin masuk ITB, sekarang sudah lulus lagi.

Jangan sampai di hari tua nanti, kita menoleh ke belakang dan menyadari betapa dulu, di masa muda, kita tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Kesempatan untuk berprestasi, untuk memberikan banyak manfaat, untuk berbuat banyak kebaikan, kita sia-siakan begitu saja karena sibuk melakukan hal yang sia-sia. Dan sayangnya, waktu yang sudah berlalu tidak dapat diulang. Maka, waktu sangatlah berharga, lebih berharga daripada uang. Jika uang habis, kita dapat mencarinya lagi, namun jika waktu habis, kita tidak dapat mencari dan mengembalikannya lagi.

Jika kamu ingin tahu betapa berharganya waktu 1 detik, tanyakan pada orang yang selamat dari kecelakaan di jalan raya. Hanya selisih waktu 1 detik, keadaan bisa berbeda 180°. Jika ingin tahu betapa berharganya waktu 1 milidetik, tanyakan pada pelari yang menang lomba. Padahal hanya selisih milidetik, namun ia dapat memenangkan lomba lari.

Waktu sangat berharga, terbatas, dan tidak dapat diulang. Buatlah manajemen waktu, manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Sehingga kelak kita tidak menyesal karena waktu yang dititipkan pada kita sudah digunakan untuk banyak hal baik, prestasi, dan kebermanfaatan.

 

Compasing

 Sebagai manusia, kita harus mempunyai tujuan hidup. Arah apa yang akan kita tuju? Menurut Lucius Annaeus Seneca, jika seseorang tidak tahu pelabuhan mana yang dia tuju, semua angin sepertinya adalah angin yang benar. Orang yang tidak memiliki tujuan akan melakukan segala hal semau hati. Orang yang tidak memiliki tujuan, hidupnya akan hampa dan tidak bersemangat. Ia tidak tahu akhir seperti apa yang akan ia gapai.

Sudahkah kamu memiliki tujuan? Jika masih bingung, mulailah dengan menentukan tujuan akhir. Buatlah tujuan yang SMART (specific, measurable, action oriented, realistic, time bound) dan impactful. Tujuan yang baik adalah yang spesifik, terukur, dengan aksi nyata, realistik, terikat waktu, dan memberikan dampak baik untuk sekitar.  Bukan hanya tujuan hidupku ingin hidup bahagia. Namun, tulislah hal-hal spesifik yang kamu ingin gapai, tulis hal apa yang kamu lakukan untuk mencapai tujuan itu, tentukan target waktu. Tentu saja tujuanmu itu harus yang memberikan manfaat baik untuk diri sendiri dan untuk sekitar.

Tujuan terbagi menjadi dua, tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek dapat berupa rencana kegiatan harian yang akan kita lakukan, misalnya tanggal 11 September saya akan melakukan persiapan untuk ujian fisika dan mengerjakan tugas PRD.

Tujuan jangka panjang dapat berupa cita-cita spesifik kita untuk beberapa tahun ke depan. Misalnya, saya ingin lulus tepat waktu dan wisuda Juli, lalu ingin melanjutkan S2 di Jepang. Jangan lupa, tujuan kita harus impactful. Misalnya, dengan lulus tepat waktu dan melanjutkan S2 di Jepang, kita akan menjadi seseorang yang ahli di keilmuan tersebut dan meneliti hal yang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat.

Sekarang, coba mulai tuliskan tujuanmu dengan spesifik. Apa yang akan kamu lakukan selama kuliah di ITB? IPK cumlaude? Aktif di unit dan himpunan? Ikut PKM? Menjadi asisten praktikum? Banyak sekali tujuan yang dapat kamu pilih. Kamu bisa memilih untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi, IPK tinggi, sering menang lomba, menjadi asisten dosen atau asisten praktikum. Kamu bisa memilih untuk menjadi mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi, membuat program-program keren yang bermanfaat untuk sekitar. Kamu bisa memilih untuk menjadi mahasiswa sekaligus entrepreneur, memiliki penghasilan sendiri dan mempunyai jaringan yang luas. Dan masih banyak lagi tujuan-tujuan lain yang dapat kamu pilih. Yang pasti, apapun pilihanmu, tuliskanlah tujuan itu dengan spesifik dan niatkan agar tujuan tersebut juga dapat memberi dampak baik untuk sekitar.

Bagaimana jika gagal? Tidak masalah, buat rencana baru! Failure defeats losers but it inspires winner. Kita sering mendengar pepatah bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Thomas Alva Edison harus gagal berkali-kali hingga akhirnya menemukan lampu pijar. Edison senang saat lampu pijarnya masih gagal, karena ia tahu dimana letak kesalahannya. Jika rencana kita gagal, buatlah rencana baru dan pelajarilah apa yang menyebabkan kita gagal di rencana sebelumnya. Ada berbagai macam jalan untuk mencapai tujuan. Dan ada banyak tujuan-tujuan baik yang dapat kita pilih jika tujuan pertama tidak tercapai. Semua tujuan pasti ada jalannya, tidak mungkin buntu, mungkin kita saja yang belum menemukan jalannya.

 

Manajemen Fokus

 Pernahkan kamu mengerjakan suatu tugas sampai menghabiskan waktu yang sangat lama namun hasilnya tidak maksimal? Mungkin kamu melakukan tugas tersebut di waktu saat otakmu tidak dapat bekerja dengan maksimal. Carilah waktu terbaik saat kamu bisa melakukan pekerjaan dengan fokus. Ada yang bisa benar-benar fokus saat bekerja di tengah malam, ada juga yang bisa fokus saat bekerja di pagi hari. Berikut ini adalah tingkat fokus di tiap waktu yang bisa kamu jadikan referensi untuk memilih waktu terbaik dalam melakukan pekerjaan dengan fokus.

3 AM: Fokus sangat tinggi

12 PM: Fokus tinggi

2 PM: Fokus sangat tinggi

4 PM: Fokus tinggi

6 PM: Cukup fokus

9 PM: Fokus rendah

11 PM: Tidur

List tersebut hanya referensi. Kamu harus mengenali dirimu sendiri dan mengetahui kapan waktu terbaik untuk bekerja dan belajar sehingga kegiatan lebih efektif dan efisien. Misal, kamu merasa waktu paling efektif dalam belajar adalah jam 02.00-04.00. Belajarlah rutin setiap hari di jam tersebut. Jika kamu merasa jam 21.00-02.00 kamu tidak dapat belajar dengan maksimal, tidak perlu dipaksakan, lebih baik tidur dan bangun jam 02.00 saat otak lebih fresh.

 

 Manajemen Prioritas

 Menurut KBBI, prioritas adalah sesuatu yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain. Berdasarkan big rock philosophy, If the big rocks don’t go in first they aren’t going to fit later. Masukkanlah batu besar terlebih dahulu ke dalam botol, baru masukkan kerikil-kerikil. Kita harus mendahulukan untuk mengerjakan yang paling penting. Jika tidak demikian, hal-hal lain yang lebih kecil akan sulit selesai.

Kesulitan mengatur prioritas adalah permasalahan umum mahasiswa. Tentu banyak sekali hal yang harus dilakukan mahasiswa: belajar untuk ujian, tugas, bimbingan, menelepon orang tua, menjenguk teman sakit, dan lain-lain. Bagaimana cara memilih prioritas? Kelompokkanlah hal-hal yang harus kamu lakukan: penting mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting mendesak, tidak penting tidak mendesak. List pekerjaan yang masuk ke dalam kelompok penting mendesak harus didahulukan. Contoh kegiatan penting mendesak: menelepon orang tua, menjenguk teman sakit. Sementara pekerjaan tidak penting tidak mendesak seperti buka instagram, upload ig story, melamun, merupakan kegiatan buang-buang waktu yang sebisa mungkin harus dikurangi. Belajar untuk ujian dan mengerjakan tugas termasuk kegiatan penting tidak mendesak karena dengan manajemen waktu yang baik, belajar dan tugas bisa dicicil dan dikerjakan jauh-jauh hari sebelum deadline sehingga terhindar dari sistem kebut semalam.

 

Gambar 1. Kelompok kegiatan berdasarkan prioritas

 

Manfaat Manajemen Waktu

 Bebas dari stress: Manajemen waktu yang baik membuat semua agenda dapat diselesaikan dengan baik, tanpa harus tergesa-gesa mengejar deadline.

– Lebih semangat menjalani hidup: Agenda yang terjadwal membuat kegiatan yang dilakukan tidak menimbulkan keraguan akan suatu hal yang terlupakan. Sehingga hidup dapat dijalani dengan lebih semangat.

– Meningkatkan produktivitas: Dengan memasukkan batu besar terlebih dahulu, lalu kerikil, dan diakhiri dengan pasir, maka semua agenda kegiatan dapat dilakukan sehingga meningkatkan produktivitas.

– Mencapai tujuan yang diinginkan: Manajemen waktu yang bagus membuat apa yang diinginkan menjadi kenyataan.

 

Strategi manajemen waktu

list → plan → action → re-check

  • List: Tulislah hal-hal yang harus kamu lakukan, kelompokkan berdasarkan kepentingan dan prioritas. Ada aplikasi Keep yang dapat di-download di List kegiatanmu dapat ditulis di aplikasi itu.
  • Plan: Buatlah rencana dengan detail. Misal, hari Sabtu tanggal 29 Oktober pukul 06.00-10.00 saya akan mengerjakan tugas PR tutorial fisika.
  • Action: Kerjakan kegiatanmu sesuai rencana.
  • Re-check: Jika sudah dikerjakan, periksa kembali bahwa pekerjaanmu sudah selesai dan tidak ada yang terlewat.

 

Contoh Tokoh dengan Manajemen Waktu Baik

Ujang Purnama, Peraih Ganesha Prize 2015, memberikan tips mengatur waktu agar sukses di kampus. Yang pertama adalah modifikasi tidur. Menurut Kak Ujang, tidur yang efektif dilakukan pukul 23.00-03.00. Saat bangun jam 03.00, kita bisa shalat malam dan lanjut shalat subuh (bagi muslim), bisa belajar dan mengerjakan tugas dengan efektif, tidak kesiangan masuk kelas jika kuliah jam 07.00. Kepercayaan diri kita juga akan meningkat karena banyak hal yang sudah dilakukan. Yang kedua adalah jangan lupakan kewajiban. Kewajiban mahasiswa adalah untuk belajar. Jadikanlah itu sebagai prioritas. Belajar tidak akan menyita banyak waktu. Maka, waktu luang kita dapat digunakan untuk hal lain yang bermanfaat seperti aktif di organisasi. Tips yang ketiga adalah passion. Passion akan mendorong kita untuk maju. Passion dapat ditimbulkan dari mata kuliah yang kita sukai atau dengan mencari teman yang dapat membangun passion.

 

“Waktu tak akan pernah terulang, jangan sampai sesal yang datang. Mari pandai-pandai memanfaatkan waktu, mumpung kita masih diberi waktu.”

Berita Terkait