Mencari Tujuan di Tengah Banyaknya Jalan

Perkenalkan saya Thalia Salsabilla, mahasiswi Teknik Sipil ITB angkatan 2017. Kesibukan saya saat ini meliputi kepanitiaan sebagai staf di acara terpusat KM ITB (ITB InMove dan Parade Wisokto), baru akan memulai berkegiatan di Himpunan Mahasiswa Sipil ITB, serta kegiatan saya di eksternal kampus meliputi asisten Pelatihan Nasional Olimpiade Geografi, pengajar geografi untuk persiapan OSN, dan operation officer di StudentsXCEOs Bandung. Kesibukan saya sebagai pengajar memang berkaitan dengan rekam jejak saya selama SMA dulu sebagai medalis OSN geografi.

Sekian banyaknya kegiatan yang bisa saya lakukan di ITB dari tahun pertama hingga sekarang memang sangat menggoda. Siapa sih yang tidak mau menambah panjang CV, koneksi, atau bahkan makan-makan gratis di rapat organisasi? Dulu sebagai maba, saya cukup tertarik dengan beberapa unit dan kepanitiaan. Namun, saya sadar saya bukan manusia kuat yang bisa melakukan semuanya – saya butuh istirahat, belajar, mengurus diri, dan mengabari orangtua. Oleh karena itu, saya rasa punya tujuan (di tengah banyaknya pilihan yang bisa kita ambil) sangatlah penting.
Setiap pilihan yang bisa kita ambil tentu menimbulkan konsekuensi. Ambil banyak kepanitiaan, konsekuensinya harus mengerjakan kewajiban atau sedikit mengorbankan istirahat – tidak mengambil apapun, konsekuensinya memang lebih santai namun lingkar pertemanan tidak berkembang. Saya sudah pernah menjalani keduanya yang tentu saja punya keuntungan dan ketidaknyamanan tersendiri, namun tetap saya jalani karena saya punya tujuan. Tujuan yang sudah saya rumuskan sendiri selalu menjadi pertimbangan pertama saya dalam mengambil suatu pilihan: apakah konsekuensi dari pilihan ini sesuai dengan tujuan saya? Kalau tujuan saya adalah bermanfaat bagi orang sekitar, apakah menjadi staf humas suatu organisasi relevan dengan tujuan saya? Kalau tujuan saya adalah melestarikan lingkungan, apakah menjadi panitia pentas seni kampus – yang mungkin saja menghasilkan banyak sampah- sesuai dengan tujuan saya? Bisa saja saya menerapkan sistem atau konsep yang menghasilkan sesedikit mungkin sampah di pentas seni tersebut – banyak cara untuk menjadikan kegiatan kita relevan dengan tujuan kita. Tapi kalau dirasa cara itu terlalu susah, tidak mengapa! Masih banyak kegiatan lain yang relevan dengan tujuan kita yang bisa kita ikuti.
Tujuan ibarat identitas kita. Di situasi apapun kita berada, tujuanlah yang menjadikan kita berbeda dengan yang lain. Semakin konsisten kita dengan tujuan kita, saya yakin masing-masing dari kita bisa optimal dan berprestasi di bidang yang menjadi passion-¬nya masing-masing.

Berita Terkait