Prioritas dan Sintaks

PRIORITAS DARI SINTAKS

Masuk ke dalam dunia Informatika berarti displin waktu harus menjadi gaya hidup yang utama. Toleransi akan keterlambatan, baik pengumpulan tugas, masuk ke dalam kelas, maupun runtime dari sebuah program pun hampir nihil adanya. Selain dari keketatan waktu, dunia Informatika juga sangat menekankan akan prioritas yang benar. Hal ini dapat dijumpai dari alur prosedur sintaks yang harus diurutkan berdasarkan prioritas yang diminta. Jika kita salah menaruh urutan prosedur, tentu hasil keluaran program akan jauh berbeda dari apa yang diharapkan atau membuat program menjadi tidak efektif. Ternyata, masalah-masalah di atas selaras dengan apa yang aku dapat di SMPE tahun lalu, yaitu mengenai Habit ketiga, “Memahami Prioritas”.

Pada awalnya, aku sangat teledor dalam mengatur waktu. Tugas terbengkalai, deadline menumpuk, materi kuliah tidak dipahami dengan benar. Alhasil, stres pun tak terelakkan, tiba-tiba semua pekerjaan menjadi penting dan mendesak, serta nilai-nilai yang diperoleh tidak memuaskan. Tentu ini bukanlah hal yang kita inginkan saat kuliah di kampus Ganesha ini dan tentunya harus dihindari sedini mungkin agar tidak berefek domino saat masuk jurusan nanti.

Akan tetapi, setelah aku melihat lagi materi-materi SMPE, aku sadar bahwa mengatur waktu dan prioritas sangatlah penting. Ditambah lagi, manajemen prioritas ini juga sangat kental ada di dalam prodi Informatika. Manajemen prioritas yang baik tentu akan membuahkan hasil berupa efektifnya tugas-tugas kita dapat diselesaikan dan tentunya tidak akan membuat semua pekerjaan menjadi penting dan mendesak. Sama halnya aku dituntut untuk membuat program yang efektif dengan manajemen prioritas, aku juga dituntut untuk menjadi pribadi yang efektif melalui manajemen prioritas.

Ini adalah kisahku mengenai manajemen prioritas, bagaimana dengan kamu? Sudahkah kamu menerapkannya dalam kehidupan kampusmu?

Ditulis Oleh : Andrian Cedric

Perkenalkan, aku Andrian Cedric dari prodi Teknik Informatika ITB 2017. Meski masuk di prodi yang hidup dengan kode, aku tidak senantiasa berkutat di rangkaian sintaks dan algoritma. Menorehkan ide-ide dari kepala ke dalam tulisan yang diketik adalah hobiku yang utama, meski terkadang hobi juga untuk kustomisasi perangkat lunak ponsel. Dalam hidupku, aku memegang satu motto dari guru aku, yaitu “Jika hari ini adalah hari terakhirmu, apa yang kauberi untuk Tuhan dan sesamamu?” Dengan begitu, aku berusaha untuk melakukan yang terbaik setiap harinya, misal dengan belajar sungguh-sungguh, berorganisasi dan mengikuti banyak kepanitiaan, mengikuti lomba, dan tentunya tidak lupa untuk beribadah.

Berita Terkait