Survival Tips untuk Maba dengan Bullet Journal

Satu tahun yang lalu, aku merupakan seorang mahasiswa baru di ITB. Peralihan dari siswa menjadi mahasiswa banyak menuai ke-chaos-an. Namun, aku bersyukur karena itu aku dapat berkembang, sekarang aku menjadi Kadiv Entrepreneurship Olimipiade KM ITB, koordinator mentor PAB Pers Mahasiswa ITB, Ketua TONAMPTN, dan tentunya trainer SSDK, serta masuk jurusan yang diinginkan.

Perkenalkan dulu, aku, Likha Itsmawati, seorang mahasiswa (baru) jurusan Teknik Kimia. Asalku dari Kebumen, Jawa Tengah. Daerahku punya budaya yang sangat berbeda dengan manusia-manusia ITB, baik dari sisi pergaulan maupun cara berpikir. Akan kuulas survival tips dariku menghadapi ke-chaos-an dunia per-ITB-an ini.

Tipe mahasiswa ideal versiku adalah mahasiswa yang aktif akademik juga kemahasiswaan. Saat masih maba, aku mencoba setiap wadah yang ada di ITB untuk mengembangkan diri. Sampai suatu saat sampailah di mana aku dihadapkan oleh kaderisasi unit ini, unit itu, kumpul kepanitian, laprak kimia, TP fisika, deadline tugas akademik, belum lagi gamtek yang sangat ‘mematikan’ bagi maba FTI, dan kewajiban latihan mandiri olahraga di semester satu, serta jangan lupa musim ujian yang berbarengan dengan tugas-tugas lain.

Tenang! Aku ada solusi untuk menghadapi ke-chaos-an ini, bullet journal. Penentuan prioritas, jadwal, dan tak lupa tujuan di tiap bulannya yang kutulis sebelum masuk bulannya.

1. Monthly Spread
Berisi jadwal yang harus dilakukan tiap harinya selama sebulan. Pembeda kegiatan bisa dengan warna atau bullet (tanda) yang berbeda. Pembeda ini bisa digunakan untuk penentuan prioritas, hal mana yang harus dikerjakan dan hal mana yang sekiranya bisa ditinggalkan jika di hari itu kegiatan tersebut berbarengan dan di waktu yang sama. Selain itu, tujuan bulan itu bisa diselipkan agar jalan yang diambil punya arah yang jelas.

2. Study Tracker
Jangan lupakan tugas mahasiswa yang utama, yaitu belajar. Pemenuhan SKS perlu dilakukan karena tidak semua materi diajarkan saat jam kuliah. Study Tracker ini bisa dijadikan pengingat bahwa satu SKS setara dengan tiga jam belajar.

3. Habit Tracker
Kesehatan jasmani dan rohani perlu dijaga. Apalagi bagi mahasiswa yang jauh dari orang tua, kesehatan perlu dijaga oleh diri sendiri. Habit Tracker ini bisa dijadikan suatu arahan agar menjadi mahasiswa yang teratur.

4. Sleep Tracker
Sebagai manusia, tidur adalah suatu kebutuhan. Jangan mentang-mentang mahasiswa ITB, porsi tidur dilupakan.

Bisa juga ditambah food tracker, expense tracker, atau hal lain yang berguna. Jika tidak suka kemanualan, bisa menggunakan aplikasi digital.
QOTD: jangan jadi mahasiswa gabut, karena semakin gabut sama dengan porsi berkegiatan tidak berguna semakin banyak pula, akhirnya akademik malah keteteran dan terabaikan, and I felt it, guys.

Berita Terkait