Komunikasi

Komunikasi adalah kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial. Komunikasi adalah suatu hal yang sangat kompleks. Demikian rumitnya, hampir setiap orang pernah mengalami kegagalan dalam berkomunikasi (miskomunikasi).

 

Bentuk Komunikasi

Menurut KBBI, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi terbagi menjadi dua, verbal dan non-verbal. Contoh komunikasi verbal adalah berbicara, menelepon, ngobrol. Sedangkan contoh komunikasi non-verbal adalah tepuk tangan, jabat tangan, acungan jempol. Komunikasi efektif terdiri dari 7% verbal (bahasa, istilah, susunan kata), 38% vokal (volume, jeda, intonasi), dan 55% visual (ekspresi, gerakan tangan, gestur). Bisa dikatakan, komunikasi visual berupa ekspresi dan gestur memiliki peran besar dalam keefektifan komunikasi.

 

Media Komunikasi

Saat ini kita telah memasuki era yang disebut masyarakat komunikasi. Maraknya gadget dan sosial media yang tujuannya adalah untuk mempermudah komunikasi, terkadang malah menjadi salah satu penghambat komunikasi. Semua orang hanya fokus dengan handphone dan dunia maya tanpa peduli sekitar. Mendekatkan yang jauh, namun menjauhkan yang dekat. Maka, gunakanlah media komunikasi dengan bijak sehingga tujuan awalnya sebagai alat untuk mempermudah komunikasi dapat tercapai. Berikut ini tips-tips untuk menggunakan media komunikasi dengan bijak:

  1. Gunakan media komunikasi untuk hal-hal penting: memberi kabar pada orang tua, mendiskusikan tugas dan pekerjaan dengan teman, menghubungi dosen, mencari informasi yang bermanfaat. Kurangi kegiatan menyita waktu yang tidak bermanfaat seperti scroll-scroll
  2. Berpikirlah dua kali sebelum mem-posting sesuatu dan memberi komentar. Apakah bermanfaat? Apakah ada orang lain yang akan tersinggung?
  3. Jika sedang mengobrol atau diskusi dengan orang lain, kurangi mengecek HP. Fokuslah dengan obrolan dan diskusi.

 

 

Tips Berkomunikasi

Perhatikan umur: Cara berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, teman sebaya, dan anak-anak kecil tentu saja berbeda.

Perhatikan karakter: Seperti apa karakter orang yang akan kita ajak berkomunikasi? Cuek? Periang? Tidak suka bercanda?

– Ingat waktu: Perhatikan waktu-waktu yang dianggap sopan dalam berkomunikasi.

– Sa to te ma: Salam, tolong, terima kasih, maaf.

 

The most important things in communication is to hear what isn’t being sad. (Peter Drucker)

 

 

Komunikasi dengan Dosen

Seringkali mahasiswa mengabaikan adab berkomunikasi dengan dosen. Mengirim pesan tanpa melihat waktu, menggunakan kata-kata kurang sopan seperti berbicara dengan teman sebaya, dan lain-lain. Padahal, menjaga komunikasi dengan dosen merupakan salah satu etika baik yang harus dibiasakan oleh mahasiswa. Dosen adalah pengganti orang tua kita, mahasiswa, di kampus dan harus kita dihormati. Berikut ini adalah etika dalam berkomunikasi dengan dosen.

  1. Perhatikan waktu. Hindari mengirim pesan pada dosen di akhir pekan. Kirimlah pesan di hari kerja. Waktu yang sopan untuk mengirim pesan kira-kira pukul 07.00-19.00.
  2. Sebelum bertemu langsung dengan dosen, lebih baik kirim pesan dan membuat janji. Khawatirnya dosen terganggu jika kita langsung datang ke ruangan. Kecuali jika dosen memang mempersilakan kita datang kapan pun ke ruangannya.
  3. Dalam mengirim pesan jangan lupa mencantumkan hal berikut: Salam, nama, NIM, isi pesan, terimakasih.
    Contoh: Selamat pagi, Pak (salam). Saya Anisa 10014001 (nama dan NIM). Maaf menganggu waktu Bapak. Pak, saya ingin diskusi mengenai topik presentasi minggu depan. Kira-kira kapan saya bisa bertemu Bapak? Terimakasih, Pak. (terimakasih)
  4. Gunakan bahasa formal.
    Contoh bahasa tidak formal:
    –     Bu, kapan ya bisa ketemu saya?
  • Bu, ada revisi gak untuk laporan saya?

Contoh bahasa formal:

  • Bu, kapan ya kira-kira saya bisa bertemu Ibu?
  • Bu, apa ada revisi untuk laporan saya?
  1. Sebelum masuk ke ruangan dosen, jangan lupa untuk ketuk pintu dan mengucapkan salam.

 

 

Feedback is a Gift

Feedback menunjukkan seberapa kamu peduli kepada temanmu. Seringkali kita takut menerima feedback karena takut berdebat, takut ide yang dipunya ditolak, dan takut kepancing emosi karena komentar negatif. Kita pun sering takut memberi feedback karena takut menyinggung, bingung mau berbicara apa, dan khawatir saran serta ide kurang membangun. Padahal feedback itu sangat penting sebagai sarana instrospeksi diri dan bentuk kepedulian kita terhadap orang lain.

 

Tips menerima feedback:

– Cobalah untuk menerima dan hindari berdebat

– Cobalah untuk bertanya ketika diskusi agar saling memahami

– Jangan takut untuk memberitahukan hal positif yang kamu lakukan dalam pembicaraan

 

Tips memberi feedback:

– Positif dan proaktif

– Feedback lebih spesifik, objektif, dan berikan tindak lanjut

– Dengarkan  penjelasan atau tanggapan temanmu dengan baik

 

Remember that feedback is a gift. So, we must be excited to accept it and give our best to others.

 

Berita Terkait